Tampilkan postingan dengan label Inspirasi_Thss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi_Thss. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

REVOLUSI DAN INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI MOBILE LEARNING

Posted by Akbar On 21.58

A. PENDAHULUAN
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran.
Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

Sabtu, 29 Oktober 2011

Unsur Hara Dalam Tanah (Makro dan Mikro)

Posted by Akbar On 09.32

Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman :
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).
Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Unsur Hara Makro : Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar
Unsur Hara Mikro : Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil
Unsur Hara Makro
Unsur hara makro meliputi:

Rabu, 26 Oktober 2011

Teknik Pembuatan Pupuk dari limbah Pengolahan Ikan yang Tidak Berbau

Posted by Akbar On 21.31

Limbah cair pembuatan tepung ikan merupakan salah satu contoh limbah pengolahan ikan. Limbah ini umumnya dibuang begitu saja ke lingkungan sehingga menimbulkan masalah yang sangat serius. Dengan digunakannya limbah cair pengolahan tepung ikan ini sebagai bahan baku pembuatan pupuk, maka pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Dilain pihak, petani dan petambak dapat memperoleh pupuk yang harganya murah dengan kualitas baik dan bahan bakunya dari dalam negeri. Pengusaha tanaman dan penggemar tanaman hias, telah lama menggunakan pupuk dari limbah ikan. Akan tetapi pupuk dari limbah ikan yang diimpor ini harganya sangat mahal. Pupuk dari limbah pengolahan ikan ini disukai pengusaha bunga dan tanaman hias lainnya karena pupuk ini menyebabkan daun tanaman menjadi lebih mengkilap dan segar, tanaman berbunga lebih banyak dan bunga bertahan lebih lama.

Minggu, 23 Oktober 2011

TEKNIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Posted by Akbar On 13.37

Pupuk organik Padat / Kering dapat terbuat dari serasah  tanaman, daun, ranting yang jatuh ke tanah dan akar-akar / bagian tanaman yang telah mati.  Bahan-bahan  tersebut  secara cepat dan tepat akan dimetabolisme oleh mikroorganisme (jasad  renik; mahluk hidup berupa satwa atau tumbuhan) yang diubah menjadi bahan humus yang stabil.

Ada beberapa Pupuk Organik Padat / Kering yang dapat dibuat :
           Pupuk KOMPOS dan Pembiakan Mikro Organisme Lokal  (MOL)
          Pupuk KOMPOS beasal dari jerami atau sisa-sisa tanaman; rerumputan, dedaunan yang proses
          pelapukannya menggunakan kotoran  hewan .  


Berikut Cara Pemuatan KOMPOS :

PEMBUATAN KOMPOS
Bahan-bahan : Jerami, dedak, dedaunan dan bahan organik lainnya.
Cara Membuat :
Bahan Organik disusun berlapis-lapis.  Lapisan berturut-turut dari bawah adalah : jerami, kotortan hewan, dedaunan dan dedak.  Setiap lapisan disiram dengan MOL.  Ketebalan masing-masing lapisan 10  s/d 15 Cm.  Tumpukan Bahan Organik ini ditutup dengan plastic.  Pengadukan dilakukan setiap 10 hari.  Untuk mempercepat p[ngomposan ditambahkan STARTER. Ciri-ciri kompos yang sudah jadi yakni apabila dikepal tidak panas dan remah.   

PEMBIAKAN MOL
CARA PEMBIAKAN MOL :
Semua bahan-bahan dihancurkan/ dihaluskan kemudian dicampur dalam ember, diaduk sampai rata lalu ditutup dengan kain.  Lakukan pengadukan setiap hari selama 7 s/d 15 hari (Proses Fermentasi).  Bahan siap diaplikasikan/digunakan.
Kegunaannya  : 1.  Untuk Pembuatan KOMPOS
                           2. Diaplikasikan langsung ke tanaman dengan dosis 1 Liter untuk 10 liter air.

Rabu, 19 Oktober 2011

Pemanfaatan Limbah Ikan Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik

Posted by Akbar On 18.39

Produksi perikanan laut Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat dan berkembang. Disamping kekayaan ikan di kawasan Indonesia yang berlimpah serta usaha untuk meningkatkan hasil tangkapnya yang terus menerus dilaksanakan, ternyata baru mencapai nilai 35% saja yang dapat dicapai.
Dari data yang dapat dikumpulkan, setiap musim masih terdapat antara 25 – 30% hasil tangkapan Ikan Laut yang akhirnya harus menjadi ikan sisa atau ikan buangan yang disebabkan karena berbagai hal.
  1. Keterbatasan pengetahuan dan sarana para nelayan di dalam cara pengolahan ikan. Misalnya, hasil tangkapan tersebut masih terbatas sebagai produk untuk dipasarkan langsung (ikan segar), atau diolah menjadi ikan asin, pindang, terasi serta hasil-hasil olahannya.
  2. Tertangkapnya jenis-jenis ikan lain yang kurang berharga ataupun sama sekali belum mempunyai nilai di pasaran, yang akibatnya ikan tersebut harus dibuang kembali. 

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Akbar de Nayaka. Diberdayakan oleh Blogger.