Jumat, 13 Maret 2020

Selamat Menempuh UNBK, US dan UKK

Posted by Akbar On 13.48

Lama gak nge-blog, sampe lupa alamat blog nya sendiri... yah maklum sudah banyak media yang lebih kekinian, sampe sampe blog ini jadi terlupakan. 

Mumpung pas buka blog, dan moment nya ini jelang Ujian Nasional untuk SMK/SMK, maka disini saya mau menyampaikan sedikit pesan buat anak-anakku khususya yang duduk di kelas XII

Bagi kalian, ujian nasional tahun ini adalah yang terakhir. Selanjutnya, sesuai keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, tahun depan UN sudah mulai ditiadakan, dan diganti dengan Asesment Kompetensi. Dan sudah beberapa tahun ini UN bukanlah satu-satunya yang menjadi syarat kelulusan. Namun demikian janganlah menganggap sepele dengan tidak mempersiapkannya lebih dini. Tetap UN adalah pertaruhan kalian hasil dari selama 3 tahun belajar di jenjang pendidikan menengah, jadi jangan sia-siakan kesempatan yang sekali ini, karna kelak pasti akan berpengaruh terhadap masa depan kalian. Tetaplah optimis, Berdoa dan Belajar sangatlah penting. Jangan kalian anggap sepele. Dan yang terpenting adalah jaga Kesehatan, jangan sampai pas waktunya pelaksanaan Ujian tiba-tiba jatuh sakit. meskipun nanti ada Ujian susulan, tapi tentunya akan menunda kesempatan kalian. 

Selain UN, secara beruntun bulan ini kalian juga disibukkan dengan Ujian Sekolah dan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK). tetaplah fokus dan sekali lagi manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk banyak-banyak belajar, berdoa dan Istirahat dirumah.

Itu saja pesen saya terkhusus buat anak-anakku kelas XII APHPi- SMK Negeri 1 Jepara
Tetap semangat.. Kalian Pasti Bisa..

Korelasi Potongan Rambut dan Tingkat Kecerdasan seseorang

Posted by Akbar On 13.07

Banyak yang gak sadar,
Bukan rambut yang gondrong yang mengganggu kecerdasan.
Tapi pelanggaran nya lah yang mengganggu kecerdasan

Banyak yang gak sadar,
Bukan sepatu hitam lah yang meningkatkan kecerdasaan.
Tapi taat sama guru lah yang bisa meningkatkan kecerdasaan.

Dalam islam, ilmu itu hanya 2 fungsi.
Agar kita semakin taat  (Adz Dzariyat 56)
Dan agar kita semakin bermanfaat. (Al-Baqarah 30)

Allah berfirman dalam surat Fathir ayat 28:
"Hanya orang-orang yang berilmu lah yang takut kepada Allah"

Kalau ada yang hafal Seluruh bacaan buku tapi gak taat sama guru, mending lihat google aja, udah tersedia kok, tinggal nanya, semua jawaban ada.
Orang yang cuman hafal mah kalah sama google

Jadi kalau meningkatkan kecerdasan itu hanya terlihat dari raport.
Ya mau rambut gondrong, mau celana cut bray, gak ngaruh ke raport kok.

Lagipula kalau cuman pinter, gak usah sekolah, lihat aja di youtube, belajar otodidak, biar gak usah ada aturan sekolah.

Sekolah itu bukan cuman buat pinter, tapi agar siswa semakin taat dan bermanfaat.

Kalau kita sudah sekolah, ikuti aturan yang ada.
Jangan mengeluhkan aturan dan membenturkan dengan logika.

Kalau mau dipikir, semua aturan itu bisa dibenturin kok pakai logika, setan udah punya 1001 cara agar kita bisa melanggar aturan dengan logika.

Tapi sekolah itu bukan hanya nyari ilmu, tapi adab sama guru, adab sama teman, ada sama sekolah itu sendiri, bahkan adab sama ilmu perlu dipelajari.

Karena itu tujuan pendidikan di sekolah bukan hanya cerdas, yang penting agar kita beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat.

Kamis, 22 Oktober 2015

"COLOR RUN" apa KOLORAN??

Posted by Akbar On 12.18

"Color Run" sebuah fenomena baru di kalangan remaja saat ini, emang apa sih Color run itu? pentingkah buat pribadi kita??? yaa.. akan coba saya kupas disini..

Color run, tentu bukan orang yang pakai kolor (istilah jawa = Pakai celana Kolor  yang biasa dipakai untuk celana dalam). Color run sendiri berassal dari tradisi Holy di India yang diadopsi oleh orang Amerika. Dalam budayanya, pada bulan tertentu umat Hindu khususnya di India merayakan festival Holy dengan tujuan menyambut awal musim semi, dalam perayaan ini mereka berharap akan membawa berkah selama setahun ke depan. Mereka percaya dengan menaburkan bubuk warna warni menggambarkan keceriaan dan pengharapan yang besar akan kebahagiaan dimsa datang. Selain itu mereka juga percaya bubuk warna warni melambangkan penghapusan dosa.

Nah, dari budaya inilah perayaan color run diadopsi oleh orang Amerika menjadi sebuah perayaan seperti pesta dalam bentuk taburan bubuk warna warni tanpa ada tujuan yang jelas. Sampai kemudian moment ini sampai juga di Indonesia. Awal tahun 2015 kegiatan colorrun sudah merambah di wilayah kami kabupaten Kudus dan Jepara. Banyak anak-anak muda yang antusias mengikuti kegiatan ini, meskipun harus merogoh kocek minimal 25.000,- mereka rela demi mengikuti kegiatan seperti itu. Hal inilah yang dapat mengakibatkan kesenjangan sosial 

Kemudian setelah acara selesai, bubuk warna warni yang bertebaran disepanjang jalan akan terlihat mengotori jalanan dan siapa yang akan membersihkan itu semua?, mereka para petugas kebersihan yang akan merasakan lelahnya membersihkan kotornya jalanan akibat huvoria itu. Kita diajarkan sejak kita masih kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan, tapi sekarang budaya itu sudah merubah segalanya. Adakah kita berpikir sampai kesana? saya rasa tidak ada.

Mereka hanya berpikir, dengan mengikuti kegiatan ini mereka merasa bangga, yang diapresiasikan dengan foto-foto selfie, berposeria yang kemudian diunggah ke media sosial. Dan dari situlah mereka merasa bangga bisa mengikuti modernisasi yang katanya nge Hits.

Memang sangat mudah kita menerima budaya dari luar tanpa ada penyaringan terlebih dahulu, kita lupa bahwa kita juga punya budaya yang luhur yang mengajarkan tentang kehidupan yang harus dijaga bersama, tapi kita tidak memikirkan itu, yang kita pikirkan adalah huvoria dan gaya hidup yang glamor. yang paling miris, disaat orang tua mereka kesusahan, mereka tidak mikir sama sekali, merasa tanpa beban meminta uang kepada orang tua yang hanya dihamburkan untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
 
Sadarlah wahai pemuda, budayamu sekarang sudah mulai terkikis dan terasingkan oleh budaya luar. Kita bersama punya tanggung jawab untuk mempertahankannya. Kalau bukan pemudanya siapa yang akan menjaga dan mewariskannya sampai keanak cucu kita nanti.
 
Khusus anak-anakku, mohon hentikan kegiatan "Colorrun" ini karena tidak ada manfaatnya sama sekali. Ingat, Orang tua kalian masih susah membiayai sekolah kalian, jangan menambah beban mereka.
 
 
 
 

Rabu, 09 September 2015

Haornas, Pemicu Semangat Kita

Posted by Akbar On 21.43

Hari ini, Rabu 9 September 2015 SMK N 1 Jepara memperingati Hari Olahraga Nasional dengan serangkaian kegiatan olah raga yang cukup menarik, diawali dengan apel, senam pagi dan dilanjutkan dengan jalan sehat di sekitar lingkungan SMK hingga GBK (Gelora Bumi Kartini). Selepas jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan aneka lomba dan pembagian doorpirze. Berbagai Macam doorprize disediakan untuk memeriahkan acara, mulai dari Sandal Jepit, Kaos, Helm, Kipas Angin sampai hadiah utama Sepeda cukup membuat para siswa antusias mengikuti kegiatan sampai akhir.

Bukan kemenangan yang kita raih dari perlombaan ini, tapi kebersamaan, kekompakan dan kepedulian kita terhadap jurusan dan sekolah sebagai bagian dari diri kita. Smoga kegiatan seperti ini akan terus digalakkan demi kemajuan bersama.









Selasa, 08 September 2015

Sadar Donk... :'(

Posted by Akbar On 12.38

Sedih rasanya melihat anak-anak sekarang, terutama di sekolah kami sendiri, hal ini saya rasakan sendiri saat ini, detik ini juga.

Ceritanya hari ini sebenarnya ada ulangan simulasi digital untuk mereka, pura-puranya sih Ulangan Mid semester, tetapi dibuat ulangan bersama sesuai jam pelajaran masing-masing. pertama saya masuk kelas, anak-anak pada mbengok "belum siap paaak" Oke bapak kasih waktu, karena jam sudah menunjukkan waktu Sholat Dhuhur, saya persilahkan mereka untuk istirahat dulu, Sholat n Makan.

Di sela istirahat, saya sengaja nungguin di kelas mereka, banyak yang saya perhatikan, dan semuanya tidak ada satupun yang menyenangkan hati saya. Okey, sedikit melegakan hati masih ada yang mau berangkat ke Masjid untuk Sholat, itupun hanya segelintir orang, yang lainnya... ada yang jajan, ngrumpi di kelas, selfie2, maen HP, ada juga yang maen takrow (memang kebetulan kelas kami depannya ada lapangan takrow).

Waktu masih berjalan, dan saya masih menunggu mereka untuk masuk kelas dan belajar, entah apa ada yang mau belajar??? saya kok ragu! mau jadi apa anak-anak ini klo kesehariannya seperti ini, gak ada sama sekali kegiatan positif yang bisa membangun mereka sendiri untuk maju.

Ya Allah.. berikan hidayahMu untuk menyadarkan mereka betapa mulianya waktu itu jika dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif, betapa pentingnya belajar itu...

Semoga mereka sadar.. Amiin...

Saya masih belajar, Pengen dadi wong Apik

Posted by Akbar On 09.14

Sudah 3 tahun ini mungkin, blog ini sepi postingan. yang punya kemana saja? ngapain aja selama ini? Apa sudah males n berhenti menulis? Apa gak mampu beli kuota buat interntan?? hahaha.. mungkin itu salah satunya.. :v

Yang jelas selama ini saya benar-benar tidak ada waktu buat buka laptop hanya untuk sekedar menulis, mengungkapkan perasaan, merangkai kalimat sekedar menuangkan perasaan. Dikantor akhir-akhir ini benar-benar full buat anak didik, membantu mengarahkan dan membimbing mereka menuju keberhasilannya, juga disibukkan dengan urusan kepegawaian yang benar-benar menyita waktu.

Kalau sudah dirumah, jiwa raga semua tercurah hanya untuk Istri dan anak-anak, benar-benar gak ada waktu untuk urusan pekerjaan kantor. Dirumah itu ya pekerjaannya mandiin anak, momong, maen, canda gurau sama anak-anak sampai membimbing mereka belajar setiap harinya, dan tak lupa bantuin istri bersih-bersih rumah tentunya.. :)

Oya. empat tahun terakhir ini saya juga sempet off dari pekerjaan selama dua tahun, terhitung sejak 2011 sampai dengan 2013. Alhamdulillah periode itu saya mendapat kesempatan belajar kembali di Universitas yang selama ini saya impikan, Saya mendapat bantuan pendidikan dari Dikmen untuk menuntut ilmu di Sekolah Pascasarjana UGM. Dua tahun wira-wiri jepara-jogja Alhamdulillah masih diberi Kesehatan, sehingga bisa menyelesaikan Studi tepat waktu dan kembali menjadi Guru biasa di sekolah asal.

Setelah selesai Studi, selang setahun Alhamdulillah saya mendapat panggilan mengikuti PLPG di bogor, banyak cerita juga disana.. ada pengalaman baru bisa jalan-jalan ke puncak Bogor. Lulus dan Alhamdulillah mendapat Sertifikat Pendidik.

Trus sekarang kegiatannya apa??
Yah... tetap kembali ke asalnya sebagai guru biasa saja.. guru yang tidak bisa apa-apa yang pengen terus belajar supaya menjadi bisa.. dan tentunya.. "Pengen dadi wong apik"

Semoga saja.. :) Amiin..




Senin, 01 Oktober 2012

ENERGI BARU DAN TERBARUKAN: Kondisi EBT di INDONESIA / Renewable Energy in Ind...

Posted by Akbar On 03.06

ENERGI BARU DAN TERBARUKAN: Kondisi EBT di INDONESIA / Renewable Energy in Ind...: Sektor energi di Indonesia mengalami masalah serius, karena laju permintaan energi di dalam negeri melebihi pertumbuhan pasokan energi....

Selasa, 01 Mei 2012

Negeri ini Kaya Raya, Tapi Kenapa Rakyatnya Masih "Miskin"?

Posted by Akbar On 11.33

“Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya, Indonesia sejak dulu kala, slalu di puja-puja bangsa…
 
Sepenggal lirik lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki tersebut selalu dinyanyikan di sekolah-sekolah saat zaman orde baru, termasuk pada saat saya masih SD. Sampai sekarang pun saya terkadang tergetar setiap kali mendengarkan lagu itu dinyanyikan.

Nyanyian tersebut selalu menggelorakan semangat kecintaan kita pada tanah air Indonesia. Entah kenapa, rasa kecintaan pada tanah air sudah terkikis sangat parah pada diri masyarakat kita saat ini, termasuk pemerintah dan para anggota dewan yang terhormat.

Padahal sebenarnya, negeri ini teramat sangat kaya raya, dan berpotensi menjadi negara makmur.  Komponen utama negara makmur adalah rakyatnya berkecukupan atas pangan, sandang dan papan.
Nyatanya… Indonesia yang belum dapat memenuhi sendiri produksi kebutuhan pangan, bila tidak mau disebut miskin harta, mungkin Indonesia masih miskin intelektual dan moral.

Contoh ketidak mampuan Indonesia dan rakyatnya dalam memproduksi kebutuhan dasar adalah dengan masih diimpor-nya 53% garam, 60% kedelai, 30% daging dan 70% susu. Dan yang lebih ironis lagi, dengan konsumsi  beras per kapita sebesar 140kg per tahun, Indonesia masih mengimpor beras. Sangat jauh apabila dibandingkan dengan India yang harus memberikan makan pada 1,21 miliar rakyatnya, tetapi mereka masih sanggup untuk mengekspor beras sejumlah 4,5 juta ton pada tahun lalu.

Indonesia, sebenarnya sangat kaya akan komoditas teh, karet, kelapa, padi, kopi, tembakau, tebu dan tanaman palawija. Bagaimana dengan kekayaan alam pertambangan? Merujuk pada data US Geological Survei pada  2006, cadangan tembaga Indonesia sebesar 38.000 metrik ton (terbesar ke-8 dunia), nikel 13 juta  metrik ton (terbesar ke-4 dunia), emas (terbesar ke-8 dunia), dan timah (terbesar ke-6 dunia) . Freeport, milik  Freeport McMoran Copper & Gold Inc AS, merupakan pemain tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang mampu memproduksi tembaga ke-2 terbesar di dunia dan emas ke-6 terbesar di dunia. Adapun untuk nikel, dengan PT Inco sebagai perusahaan nikel terbesar di Indonesia (58,7% milik Vale Canada Ltd dan 20.1% milik Sumitomo Metal Mining Co  Ltd (Jepang), posisi Indonesia merupakan produsen peringkat ke-4 dunia. Adapun kekayaan tambang Indonesia yang terkait dengan energi, Indonesia menduduki peringkat pertama pada kekayaan sumber energi panas bumi, dengan memiliki kemampuan membangkit sebesar 27.000 MW, atau setara dengan mengkonsumsi 12,15 miliar minyak.

Namun, saat ini baru terdapat tujuh PLTP dengan kapasitas terpasang 1.189 MW yang sudah beroperasi. Dengan semakin sedikitnya produksi minyak nasional (Indonesia berada di peringkat  28 dunia, dibawah Vietnam), maka peran batu bara sebagai sumber energi nasional meningkat pamornya. Untuk batu bara, proven reserve Indonesia berada di peringkat 15 dunia, dan berada di peringkat 8 untuk jumlah produksi bagi kebutuhan lokal & ekspor. Akan halnya gas alam yang saat ini tengah didorong oleh pemerintah untuk mensubstitusi ketergantungan pada minyak, proven reserve yang ada di Indonesia menduduki peringkat ke 15 dunia.

Melihat keroposnya kondisi fondasi kemakmuran Indonesia, semua orang berlomba-lomba melimpahkan kesalahan pada administrasi pimpinan (sejak VOC sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Mungkin saat ini, pidato Presiden John F. Kennedy dari USA bisa diingatkan kembali: 

“…..ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country. My fellow citizens of the world: ask not what America will do for you, but what together we can do for the freedom of man.”

Kebanyakan masyarakat menilai Indonesia ini terbang sendiri dengan ‘auto pilot’. Namun seluruh ekonom diluar pro-pemerintah, sepakat bahwa administrasi Pemerintahan SBY tidak sensitif dalam memperbaiki kesenjangan kaya-miskin, dan program pemerintah hanya menitik beratkan pada program ‘pencitraan’.

Ketika abad 16, kapitalis negara di Belanda berkolaborasi dengan kapitalis pedagang (melalui VOC) menjalankan ekonomi menggunakan kekuatan senjata, saat ini kapitalis korporasi menjalankan ekonomi menggunakan kekuatan modal (dengan dukungan ‘fiat money’).

Indonesia memang kaya, tapi kenapa kemakmuran tak juga menyapa kita? Bila merujuk pada pasal 33 UUD 1945 bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang ada di dalamnya adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, maka bisakah disebutkan bahwa pemerintah sudah mengkhianati amanat UUD 1945? Wallahu a’lam. 

(sumber : Tulisan Khas Arif Pitoyo, 2012)

Senin, 30 April 2012

Kisi-kisi SNMPTN

Posted by Akbar On 21.23

Assalamualaikum,

Berikut adalah request dari beberapa anggota grup facebook "TPHPi Mantap C.U.K" mengenai kisi-kisi soal SNMPTN.

Setelah di search, babe hanya mendapatkan kisi-kisi untuk tahun 2011. Tetapi jangan terlalu cemas, karena setahu babe, kisi-kisi SNMPTN selama 4 tahun belakangan tidak jauh berbeda. Untuk update nya, babe usahakan lagi. (^_^)

Mungkin di dalam ini, tidak terlalu lengkap. Tapi bisa untuk dijadikan acuan kamu dalam belajar. Bukan promosi, tetapi kabarnya prediksisoalsnmptn.com menyediakan kisi-kisi yang lebih lengkap. Mungkin kamu bisa langsung check ke sana saja.. Tapi g' gratis sih. ^_^

So., langsung saja.

Silahkan download kisi-kisi SNMPTN --> DI SINI
PASSWORD : prediksisoalsnmptn.com

Rumput Laut Penghasil Bioethanol

Posted by Akbar On 11.17


Pada era sekarang ini, penggunaan energi semakin meningkat, akan tetapi persediaan energi terutama energi berbahan baku fosil semakin menipis. Persediaan minyak bumi dan batu bara sangat terbatas dan memerlukan waktu jutaan tahun untuk kembali terbentuk. Selain itu, bahan bakar yang berasal dari minyak bumi dan batu bara menghasilkan polusi dan berakibat pada pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan suatu energi terbarukan dan merupakan energi yang ramah lingkungan sehingga dapat mengatasi permasalahan energi dan pemanasan global.
Salah satu energi yang terbarukan yaitu energi yang berbahan baku rumput laut. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bioethanol. Caulerpa serrulata dan Gracilaria verrucosa merupakan spesies rumput laut yang dapat menghasilkan bioetanol. Jenis ini memiliki kandungan selulosa yang dapat dihidrolisis menjadi glukosa yang selanjutnya dapat diubah menjadi bioetanol.
Proses pembuatan bioetanol dari rumput laut yaitu persiapan bahan baku, yang berupa proses hidrolisa pati menjadi glukosa. Tahap kedua berupa proses fermentasi, mengubah glukosa menjadi etanol dan CO2. Sedangkan, tahap ketiga yaitu pemurnian hasil dengan cara distilasi. Tetapi sebelum distilasi, perlu dilakukan pemisahan antara padatan dengan cairan, untuk menghindari terjadinya penyumbatan selama proses distilasi. Distilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dengan air. Titik didih etanol murni adalah 78 oC sedangkan air adalah 100 oC untuk kondisi standar. Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 – 100 oC akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.
Keuntungan mengembangkan energi berbahan baku rumput laut yaitu, proses pembudidayaan rumput laut tidak mengurangi lahan pertanian pangan karena tidak memerlukan lahan darat. Selain itu, Indonesia sebagai Negara kepulauan yang daerahnya terdiri dari 2/3 lautan dan memiliki panjang pantai sekitar 81.000 km memiliki potensi besar untuk membudidayakan rumput laut. Indonesia memiliki luas area untuk kegiatan budidaya rumput laut seluas 1.110.900 ha, tetapi pengembangan budidaya rumput laut baru memanfaatkan lahan seluas 222.180 ha sekitar 20% dari luas areal potensial.
Proses pembudidayaan rumput laut pun relatif singkat karena hanya memerlukan sekitar 45 hari untuk bisa dipanen. Produktivitas rumput laut cukup tinggi dibandingkan dengan menggunakan tebu, singkong, ubi jalar, dan jagung sebagai bahan baku bioetanol. Rumput laut pun melakukan fontosintesis sehingga dapat menyerap gas CO2 yang menyebabkan pemanasan global di dunia. Selama ini, pengatasian pemanasan global selalu dikaitkan dengan penanaman pohon. Padahal, laut memiliki potensi yang besar untuk membantu mengatasi masalah pemanasan global. Pengaruh industri bioetanol dari rumput laut terhadap upaya meringankan dampak pemanasan global lebih besar karena etanol rumput laut menyerap karbon dari udara tujuh kali lebih besar dibanding bioetanol dari kayu.

Tantangan
Mikroalga memiliki potensi yang sangat besar sebagai penghasil bioenergi. Budidayanya sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Diperlukan keselarasan pemanfaatan mikroalga pada proses produksi bioetanol dan biodiesel. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi overlap antara mikroalga untuk biodiesel dan bioetanol, serta menghasilkan suatu produk industri yang dihasilkan melalui sistem produksi bersih (zero waste). Kontribusi kita sebagai mahasiswa memegang peranan penting untuk melakukan riset lebih jauh untuk menghasilkan bioenergi dari mikroalga yang lebih berkualitas. Baik itu metode ekstraksi maupun teknik pemilihan dan budidaya spesies mikroalga yang potensial. Semoga bangsa kita menjadi bangsa yang tidak merasakan dampak krisis energi dengan adanya energi alternatif terbarukan dari mikroalga.

Kamis, 22 Maret 2012

Shrilk Menjadi Alternatif Material Bioplastik Terkuat

Posted by Akbar On 10.52



Plastik, plastik dan plastik. Tiga kata tersebut menjadi salah satu musuh besar lingkungan. Selain membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai sendiri, partikel-partikel bahan aditif di dalam plastik juga berpotensi mengganggu kesehatan.

Permasalahan tersebut sudah mendapatkan banyak solusi dari berbagai penelitian yang dilakukan ilmuwan-ilmuwan di belahan dunia. Hasilnya adalah material bioplastik yang mudah diurai oleh alam dan tanpa meninggalkan material berbahaya lainnya. Di antaranya bersumber dari jamur, jagung, dan bahan-bahan organik lainnya.

Meski demikian penelitian untuk mendapatkan alternatif pengganti plastik terus berlanjut. Bukan hanya tumbuhan yang menjadi referensi para ilmuwan tersebut, tetapi bahkan hewan pun sudah mereka lirik. Selain udang dan ayam, kini ilmuwan juga telah berhasil mengembangkan bioplastik yang diinspirasi dari serangga.

Para ilmuwan di Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering di Harvard University telah mampu membuat plastik dari campuran salah satu material terkuat di alam yang dihasilkan laba-laba dan udang, keduanya adalah satu keluarga arthropoda..

Fibro protein yang terdapat pada benang laba-laba dan chitin yang terdapat pada cangkang udang adalah paduan sempurna untuk menghasilkan bioplastik yang bisa diubah-ubah kekuatannya sesuai dengan kebutuhan, seperti yang telah dilakukan para ilmuwan tersebut.

Menurut mereka, Shrilk -demikian mereka menyebut material itu- memiliki kekuatan dan ketangguhan seperti aluminium alloy. Bahkan Shrilk juga lebih ringan hampir setengahnya.

Meski mempunyai kekuatan yang setara dengan aluminium alloy, Shrilk masih mempunyai elastisitas tinggi dan mudah dibentuk dengan hanya mengatur kadar air selama dalam proses pembuatannya. Mulai dari elastis hingga sangat kaku, Shrilk mempunyai karakteristik yang memungkinkan untuk mencapainya.

Tidak hanya untuk keperluan sebagai bahan dasar bioplastik, material baru tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi dalam bidang kesehatan, seperti benang yang umum digunakan untuk menjahit luka, tetapi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, serta penutup luka untuk memberikan kulit beregenerasi kembali. (planethijau.com/ humasristek)

sumber : http://www.ristek.go.id

Mengganti BBM dg Biomethan Hasil Fermentasi Sampah Organik

Posted by Akbar On 10.45

Tren kenaikan angka konsumsi akan bahan bakar konvensional (premium, solar) terus menaik sejalan dengan bertambahnya populasi penduduk dunia. Bahan bakar (BBM) yang berasal dari minyak bumi tersebut adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaannya naik terus. Demikian pula harganya, cenderung meningkat karena tidak ada keseimbangan permintaan ( demand) dan, di sisi lain, penawaran (supply). Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi yang dapat diperbarui (renewable), antara lain biogas. Biogas adalah hasil penguraian secara anaerobik dari material organik, umumnya terdiri dari metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan sedikit gas lainnya H2, N2, O2 dan H2S). Biogas yang dinaikan kualitasnya melalui peningkatan komposisi CH4 > 80 % dibanding CO2 dan gas (H2, N2, O2, H2S), disebut biomethan.

Gas metana (CH4) terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri pembangkit metana (methan) atau disebut juga bakteri anaerobik dan atau bakteri biogas. Hasil fermentasi oleh bakteri ini mampu mengurangi sampah, yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4), yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas metana sama dengan gas elpiji ( liquidified petroleum gas/LPG). Perbedaannya adalah gas metan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak.

Kapasitas input material 5 m3, ditambah gas holder 2 m3 atau keseluruhan kapasitas 7 m3, memiliki PLT ( diameter 200 cm, tinggi 390 cm), akan bertahan hingga diatas 10 tahun hingga 20 tahun. Diproduksi secara terurai (complete knock down) sehingga mudah dipindah, mobilisasi ke lokasi lebih murah serta dapat dilakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan. Biogas digester (BD) dilengkapi dengan instalasi pipa gas, kompor standar pabrikan dan peralatan penunjang ( pengukur tekanan/ pressure meter) bagi pemanfaatan gas metana (methan) sebagai bahan bakar ramah lingkungan bagi keperluan pembakaran (kompor) maupun menjalankan aneka perkakas elektronik ( penerangan, penggerak mesin, perkakas rumah tangga dan seterusnya).

Instalasi Bio Elektrik BD 7000L berkemampuan mengolah limbah biomassa atau sampah organik untuk pertama kalinya 7 m3 (setara dengan berat 7 ton) dan hari selanjutnya antara 0, 70 m3 sampai dengan maksimal 1,4 m3 atau 1.4 ton/ hari. Material sebanyak 766,3 kg/hari setelah dicampur air akan menjadi 400 % atau setara bagi 4 Digester 7000L.

Setiap Instalasi BD 7000 L akan menghasilkan biogas murni (CH4) sebanyak 12,6 m3/hari yang memiliki daya nyala dan kalori tinggi sebagai bahan kompor guna masak memasak setara dengan 5,79 kg LPG, atau bahan bakar gas tersebut dapat menyalakan 1 unit genset 5000 watt sebanyak 15,12 KWH (kilo watt hour), atau bagi pembangunan untuk mengolah semua material organik + air ( 4 Instalasi) akan menghasilkan 4 kali jumlah output.

Referensi, http://www.kencanaonline.com/

Senin, 12 Maret 2012

4 Hal yang Harus kamu Lakukan Jika Ingin Lulus Ujian

Posted by Akbar On 12.02

Apa asosiasi pertama Anda dengan "ujian" kata? Apakah stres dan ketakutan? Atau mungkin itu adalah bantuan atau tanda yang baik? Ini bervariasi dari siswa untuk siswa dan tergantung pada sikap orang tertentu. Namun, jika Anda merasa takut sebelum ujian, artikel ini adalah apa yang Anda perlu membaca untuk menenangkan diri. Di sini Anda akan menemukan beberapa tips yang berguna untuk hasil ujian sukses.
1. Hindari Pemblokiran Mental!


Jika Anda kelebihan dengan Studi, akan ada saat ketika otak Anda menolak untuk menerima informasi dan itu akan sulit untuk menganalisis. Ini biasanya terjadi pada ujian. Untuk menghindari situasi ini, dianjurkan untuk tidak belajar segala sesuatu pada saat terakhir. Anda memiliki semester untuk belajar secara bertahap, jadi gunakan waktu ini bijaksana.
Your Ad Here

2. Hindari Menghafal-Hidupkan Memahami!

Kesalahan yang paling umum untuk semua siswa yang bersiap-siap untuk ujian adalah bahwa mereka mencoba untuk menghafal semua informasi bahkan tanpa berusaha untuk Memahaminya. Jangan begitu kejam kepada diri sendiri! Jika Anda mempelajari sesuatu-coba bayangkan cara kerjanya pada praktek. Ini akan sangat berguna bagi Anda karena ada kemungkinan bahwa Anda akan membutuhkan pengetahuan ini untuk pekerjaan di masa depan Anda.
Your Ad Here

3. Luangkan waktu lebih banyak pada mata pelajaran yang Anda kurang mengerti

Hal ini penting untuk menggunakan prioritas dalam studi dan memahami dimana subjek Anda tahu lebih buruk daripada yang lain. Oleh karena itu, perlu untuk membayar perhatian lebih pada mata pelajaran tersebut. Ini mungkin tidak sangat menyenangkan untuk belajar sesuatu yang tidak Anda sukai atau mengerti, tapi kemudian Anda akan memahami bagaimana pentingnya untuk memprioritaskan.

4. Gunakan catatan dalam studi Anda

Belajar sesuatu yang baru setiap hari. Cobalah untuk membaca, menulis dan berbicara sebanyak yang Anda bisa. Hal ini penting untuk menggunakan memori visual untuk bersiap-siap untuk ujian apapun. Masukan stiker dengan catatan Anda pada dinding di kamar Anda, di cermin di kamar mandi. Menempel beberapa di lemari es di dapur.

 sumber: dari berbagai sumber

Selasa, 24 Januari 2012

Syarat Pendaftaran Bidik Misi 2012

Posted by Akbar On 12.23

Berikut adalah persyaratan Bidik Misi untuk tahun 2012..
Check it Out :

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2012;
  2. Lulusan tahun 2011 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut:
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan;
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp600.000,00 setiap bulannya; dan 
    • Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  5. Untuk peserta seleksi SNMPTN Ujian Tulis dan Seleksi Mandiri harus memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah (semester 4 dan 5 bagi yang akan lulus tahun 2012 atau semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2011);
  6. Khusus SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi yang akan lulus tahun 2012 serta memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu masuk di dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester 3, 4 dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MK), dengan rincian sebagai berikut:
    • Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Akreditasi B: 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Akreditasi C: 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5.
  7. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 6, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/OSIS);
  8. Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 2;
  9. Pendaftar difasilitasi untuk memilih seleksi nasional dan/atau seleksi mandiri apabila mendaftar ke:
    • Semua jenis seleksi nasional (SNMPTN Undangan dan/atau Ujian Tulis);
    • Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN dengan 2 (dua) program studi pilihan
  10. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi;
  11. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.
Untuk mendaftar dilakukan secara online DI SINI


Sumber : bidikmisi.dikti.go.id

Sabtu, 17 Desember 2011

Belajar dari Banjir Bangkok-Thailand

Posted by Akbar On 15.30

















Kamis, 15 Desember 2011

Ekologi Manusia dan Kesadaran Individu dalam Pengelolaan Lingkungan

Posted by Akbar On 08.12



DEFINISI Ekologi Manusia, menurut Amos H Hawley (1950:67) dikatakan, “Human ecology may be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population.” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia).
Frederick Steiner (2002:3) mengatakan, “This new human ecology emphasizes complexity over-reductionism, focuses on changes over stable states, and expands ecological concepts beyond the study of plants and animals to include people. This view differs from the environmental determinism of the early twentieth century.” (Ekologi Manusia Baru menekankan pada over-reduksionisme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L Young (1994:339) dikatakan, “Human ecology, then, is “an attempt to understand the inter-relationships between the human species and its environment” (Dengan demikian ekologi manusia, adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya).
Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “Ekologi Manusia” merujuk pada suatu ilmu (oikos = rumah/tempat tinggal ; logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya.
Perbedaaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “Ekologi Manusia”, yang masing-masing sebagai berikut. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) –dalam kaitannya dengan lingkungan. Steiner menekankan pada era baru ilmu “Ekologi Manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja.
Ruang lingkup Ekologi Manusia menurut Hawley (1950): “Human Ecology, like plant and animal ecology, represents a special application of the general viewpoint to a particular class of living things. It involves both a recognition of the fundamental unity of animate nature and an awareness that there is differentiation within that unity. Man, as we have seen, not only occupies a niche in nature’s web of life, he also develops among his fellows an elaborate community of relations comparable in many important respects to the more inclusive biotic community.” Jadi ruang lingkup Ekologi Manusia menurut Hawley adalah sebagaimana pernyataannya, “Ekologi Manusia, sebagaimana ekologi tumbuh-tumbuhan dan manusia, merepresentasikan penerapan khusus dari pandangan umum pada sebuah kelas khusus dalam sebuah kehidupan. Ini meliputi dua kesadaran kesatuan mendasar dari lingkungan hidup dan kesadaran bahwa ada perbedaan dalam kesatuan tersebut. Manusia, sebagaimana kita tahu, tidak hanya bekerja dalam sebuah tempat jaringan kehidupan, melainkan dia juga mengembangkan di antara anggota-anggotanya sebuah pengalaman hubungan lingkungan yang sebanding dalam tanggungjawab pentingnya atas lingkungan hidup yang lebih terbuka.”
Steiner (2002) menyatakan bahwa ruang lingkup ekologi manusia adalah meliputi: (1) Set of connected stuff (sekelompok hal yang saling terkait); (2) Integrative traits (ciri-ciri yang integratif); (3) Scaffolding of place and change (Perancah tempat dan perubahan).
Kesadaran Individu dalam Masyarakat
Kesadaran individu dalam masyarakat mengenai lingkungan hidup dan kelestariannya merupakan hal yang amat penting dewasa ini di mana pencemaran dan perusakan lingkungan merupakan hal yang sulit dihindari. Kesadaran masyarakat yang terwujud dalam berbagai aktifitas lingkungan maupun aktifitas kontrol lainnya adalah hal yang sangat diperlukan untuk mendukung apa yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan penyelamatan lingkungannya.
Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan suatu yang indah atau bersih saja, akan tetapi ini sudah masuk pada kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. Hak orang lain tersebut adalah untuk menikmati dan merasakan keseimbangan alam secara murni. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merusak saja, sebaiknya dihindari dalam perspektif ini. Oleh karena itu, tindakan suatu kelompok yang hanya ingin menggapai keuntungan pribadi saja sebaiknya juga harus meletakkan rasa toleransi ini.
Dengan begitu kita bisa mengatakan bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungannya adalah suatu bentuk dari toleransi ini. Toleransi atau sikap tenggang rasa adalah bagian dari konsekuensi logis dari kita hidup bersama sebagai makhluk sosial. Melanggar konsekuensi ini juga berarti melanggar etika berkehidupan bersama. Seperti dikatakan Plato bahwa manusia adalah makhluk sosial yang perlu menghargai satu dan lainnya. Demikian juga halnya dengan perspektif lingkungan, hal yang sama juga berlaku di sini.
Kondisi senyatanya dari masyarakat kita mengenai kesadaran lingkungan hidup ini nampaknya masih tercermin seperti apa yang dikatakan P. Joko Subagyo seperti berikut ini, bahwa ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
1. Rasa tepo seliro yang cukup tinggi, dan tidak terlalu ingin mengganggu.
2. Tidak memikirkan akibat yang akan terjadi, sepanjang kehidupan saat ini masih berjalan dengan normal.
3. Kesadaran melapor (jika ada hal-hal yang tidak berkenan dan dianggap sebagai melawan hukum lingkungan) nampaknya masih kurang. Hal ini dirasakan akan mengakibatkan masalah lingkungan semakin panjang.
4. Tanggungjawab mengenai kelestarian alam masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali.
Untuk membahas hal ini, maka dalam bab ini kita akan membahas pada salah satu jenis perusakan lingkungan, yakni pencemaran lingkungan –baik udara maupun air– dan sekaligus membahas mengenai cara menanggulanginya, sebagai bentuk usaha kuratif maupun preventif.
Pencemaran Lingkungan
Umumnya ahli lingkungan membagi kriteria lingkungan hidup dalam tiga (3) golongan besar, yakni:
1. Lingkungan Fisik: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda mati.
2. Lingkungan biologis: segala sesuatu di sekitar kita sebagai benda hidup.
3. Lingkungan sosial, adalah manusia yang hidup secara bermasyarakat.
Keberadaan lingkungan tersebut pada hakekatnya mesti dijaga dari kerusakan yang parah. Suatu kehidupan lingkungan akan sangat tergantung pada ekosistemnya. Oleh karena itu, masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk mencintai, memelihara dan bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan. Sebab untuk menjaga semuanya itu tidak ada lagi yang bisa dimintai pertanggungjawaban kecuali manusia sebagai pemakai / pengguna itu sendiri. Kerusakan suatu lingkungan akan berakibat pada manusia itu sendiri, dan demikian pula sebaliknya. Lingkungan merupakan unsur penentu dari kehidupan mendatang. Lingkungan alam merupakan prasyarat pokok mengapa dan bagaimana pembangunan itu diselenggarakan. Bagi program pembangunan itu sendiri, apabila pelaksanaannya sesuai dengan program yang telah dijalankan, maka orientasi untuk menjaga lingkungan semesta pun akan bisa dilakukan. Sebaliknya, jika pembangunan dilakukan hanya digunakan untuk mencapai tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi semata, maka hal itu akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup serius. Salah satu produk dari kerusakan lingkungan itu adalah pencemaran, baik air, tanah maupun udara.
Pencemaran air misalnya, bisa dikategorikan melalui ukuran zat pencemar yang diizinkan dibuang pada suatu jangka waktu tertentu. Misalnya satuan berat unsur atau senyawa kimia setiap hari. Atau tingkat konsentrasi zat pencemar dalam air buangan. Misalnya, maksimum ppm. unsur senyawa kimia yang diizinkan. Kemudian jumlah maksimum yang dapat dibuang dalam setiap unit produksi. Misalnya dalam produksi setiap ton kertas tidak diperbolehkan sekian kilogram zat padat dan lain sebagainya. Dengan demikian, di samping perkiraan atas pengaruh yang bersifat kimia, fisis dan biologis, maka dituntut perkiraan mengenai biaya keseluruhan teknologi lingkungannya, usianya, semua fasilitas yang digunakan, teknik penggunaannya, metode operasinya, dan lain-lain.
Pencemaran lingkungan yang berdampak pada berubahnya tatanan lingkungan karena kegiatan manusia atau oleh proses alam berakibat lingkungan kurang berfungsi. Pencemaran berakibat kualitas lingkungan menurun, sehingga menjadi fatal jika hal itu tak bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi sebenarnya. Ini disadari, keadaan lingkungan yang ditata sebaik-baiknya untuk menjaga kehidupan kini dan mendatang. Perubahan ini bukannya menunjukkan perkembangan yang optimis dan mengarah pada tuntutan zaman, namun malahan sebaliknya.
Kemunduran yang seperti itu dimulai dari sebuah gejala pencemaran dan kerusakan lingkungan yang belum begitu nampak. Pencemaran itu lebih banyak terjadi karena limbah pabrik yang masih murni, dan mereka belum melalui proses waste water treament atau pengolahan. Dampaknya pada lingkungan secara umum, jelas sangat merusak dan berakibat fatal bagi lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena itu perlu adanya kesadaran bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Kita perlu memperkirakan pada perencanaan awal suatu pembangunan yang akan kita lakukan. Sehingga dengan cara demikian maka dapat dipersiapkan dapat dipersiapkan pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan dalam bentuk pengembangan positif dari kegiatan pembangunan yang dilakukan tersebut.
Kebijaksanaan lingkungan ditujukan kepada pencegahan pencemaran. Sarana utama yang diterapkan adalah pengaturan dan instrumen ekonomik. Sarana pengaturan sifatnya tradisional dan biasanya berupa izin serta persyaratan pemakaian teknologi pencemaran. Instrumen ekonomik merupakan hal yang relatif baru. Contohnya: pungutan (charges) pencemaran udara dan air serta uang jaminan pengembalian kaleng atau botol bekas (deposit fees). Mulanya pencemaran diakibatkan dampak teknologi buatan manusia atau hasil produksi yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. Akibat pengembangan industri, sistem transportasi, permukiman akan menimbulkan sisa buangan, gas, cair dan padat yang jika dibuang ke lingkungan hidup akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia.
Proses perkembangan teknologi, pembangunan dan peningkatan populasi (jumlah banyaknya penduduk) selama dekade-dekade terakhir mengakibatkan berlipatnya aktivitas manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupannya. Aktivitas manusia itu sendiri merupakan sumber pencemaran yang sangat potensial. Di samping adanya sumberdaya alam, alam air dan tanah, udara adalah sumberdaya alam yang mengalami pencemaran sebagai akibat sampingan dari aktivitas manusia itu. Selain dari aktifitas manusia, proses alami, seperti misalnya kegiatan gunung berapi, tiupan angin terhadap lahan gundul berdebu dan lain sebagainya juga merupakan sumber dari pencemaran udara.
Menurut sifat penyebaran bahan pencemarannya, sumber pencemar udara dapat dikelompokkan ke dalam, sumber pencemar udara dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu sumber titik, sumber area, sumber bergerak. Sumber titik dan area dapat dijadikan satu kelompok, sehingga pengelompokannya menjadi dua, yakni sumber stationer dan sumber bergerak. Termasuk ke dalam sumber stationer adalah kegiatan rumah tangga, industri, pembakaran sampah, letusan gunung berapi. Sedangkan sumber bergerak adalah kendaraan angkutan.
Konsentrasi bahan pencemar yang terkandung dalam udara bebas dipengaruhi banyak faktor, yaitu konsentrasi dan volume bahan pencemar yang dihasilkan suatu sumber, sifat khas bahan pencemar, kondisi metereologi, klimatologi, topografi dan geografi. Sehingga tingkat pencemara udara sangat bervariasi baik terhadap tempat maupun waktu. Bahan pencemar udara digolongkan dalam dua golongan dasar, yaitu partikel dan gas. Dari banyak jenis gas yang berperan dalam masalah udara adalah SO 2, NO 2, CO, Oxidan, Hydrocarbon, NH 3 dan H2. Dalam konsentrasi yang berlebih, gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan hewan, tanaman dan material, dan berbagai gangguan lain. Melihat kondisi pencemaran itu, adalah penting bagi kita untuk menyadari bahwa ini ancaman yang serius bagi manusia. Karenanya pengetahuan lingkungan perlu ditingkatkan guna mencapai kesadaran masyarakat.
Pengendalian Pencemaran
Salah satu akibat yang paling pasti dari adanya pencemaran adalah perubahan tatanan lingkungan alam atau ekosistem yang sebelumnya secara alami telah terjadi. Akibat lainnya adalah tidak atau kurang berfungsi satu atau beberapa elemen lingkungan dikarenakan kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran tersebut. Akibat lain, dan ini barangkali yang paling fatal adalah, menurunnya kualitas sumberdaya dan kemudian tidak bisa dimanfaatkan lagi.
Dengan akibat-akibat seperti itu maka sudah tidak bisa ditunda lagi bahwa pencemaran haruslah, tidak sekedar dihindari, akan tetapi diperlukan juga tindakan-tindakan preventif atau pencegahan. Pencegahan terhadap pencemaran merupakan upaya yang sangat besar bagi penyelamatan masa depan bumi, air dan udara di dunia ini. Sebelumnya, pencemaran memang sudah banyak sekali terjadi. Tidak hanya di negara maju di mana industrialisasi sudah mencapai puncaknya, namun juga di negara-negara yang sedang berkembang di mana proses dan praktek industrialisasi mulai diterapkan. Dengan demikian, industrialisasi yang tidak memenuhi standar kebijaksanaan lingkungan hidup adalah faktor utama mengapa pencemaran terjadi.
Dengan menyadari bahwa setiap kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, maka perlu dengan perkiraan pada perencanaan awal, sehingga dengan cara demikian dapat dipersiapkan langkah pencegahan maupun penanggulangan dampak negatifnya dan mengupayakan pengembangan dampak positif dari kegiatan tersebut. Sehubungan dengan itu, maka diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai proses dalam pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan.
Pencemaran pada sungai misalnya, harus dihindari dan dicegah karena sungai merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi karena sungai adalah sumber air yang digunakan untuk makan dan minum bagi makhluk hidup. Di samping itu, sungai sebagai sumber air, sangat penting fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan sebagai sarana penunjang utama dalam pembangunan nasional. Karena itu pemerintah hendaknya memperhatikan pelestarian sungai. Pelestarian sungai dari pencemaran meliputi perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian atas kerusakan dari sifat aslinya. Misalnya dengan dikeluarkannya PP No. 35 tahun 1991 tentang sungai, sebagai pelaksanaan UU No 11/1974 tentang pengairan, maka peraturan itu bisa digunakan sebagai pedoman dalam rangka menjalankan aktivitas yang pada akhirnya mengancam bahaya kelestarian sungai. Hal ini berpedoman pada prinsip bahwa air dalam sungai akan bisa menjadi sumber malapetaka.
Pencemaran akibat industri misalnya, merupakan hal yang harus dihindari karena, baik polusi udara yang diakibatkannya maupun buangan limbah hasil proses pengelolahan barang mentahnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Jika industrialisasi merupakan proyek pembangunan yang tak bisa dihindari guna kemajuan manusia, maka setidaknya harus ada landasan bagaimana industriaisasi yang tak merugikan. Pencegahan pencemaran industri dimulai dari tahap perencanaan pembangunan maupun pengoperasian industri. Hal tersebut meliputi pemilihan lokasi yang dikaitkan dengan rencana tata ruang; studi yang menyangkut pengaruh dari pemilihan industri terhadap kemungkinan pencemaran dengan melalui prosedur AMDAL maupun ANDAL; pemilihan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi; dan yang lebih penting lagi adalah pemilihan teknologi yang tepat guna proses pengelolahan limbah industri termasuk daur ulang dari limbah tersebut. Hal ini penting mengingat kebutuhan kelestarian lingkungan yang ada di sekitarnya.
Dalam UU No. 23/1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) pasal 14 ayat 2 dinyatakan bahwa di samping ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup, ketentuan mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan daya tampungnya diatur dengan PP. Mengenai pencegahan dan penanggulangan pencemaran, dalam pasal 17 UULH dinyatakan bahwa: Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan secara menyeluruh dan atau secara sektoral ditetapkan dengan Peraturan Perundangan. Dengan melihat kepedulian pemerintah dalam hal penyelamatan lingkungan hidup, maka masyarakat pun harus mendukung sekaligus mengontrol dari pelaksanaan berbagai kebijakan itu. Sebab yang demikian inilah yang disebut sebagai partisipasi dari kesadaran masyarakat.
SAIFUL ARIF
Freelance, di Malang, mengelola www.saifularif.com
DAFTAR PUSTAKA
Barber, Charles Victor, Suraya Afiff, Agus Purnomo. 1997. Meluruskan Arah Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Terjemahan Marina Malik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hardjasoemantri, Koesnadi. 2000. Hukum Tata Lingkungan. Edisi ke-7. Cetakan ke-15. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hawley, H. Amos. 1950. Human Ecology, A Theory of Community Structure. New York: The Ronald Press Company.
Metzner, Joachim dan N. Daldjoeni. (ed). 1987. Ekofarming Bertani Selaras dengan Alam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Moran, F. Emilio. 1979. Human Adaptabilty, An Introduction to Ecological AnthropologyAn Introduction to Ecological Anthropology. Colorado: Westview Press.
Pamulardi, Bambang, S.H. 1999. Hukum Kehutanan dan Pembangunan Bidang Kehutanan. Jakarta: Rajawali Press.
Rahardjo, Satjipto. 1987. Ilmu Hukum. Bandung: Penerbit Alumni.
Rangkuti, Siti Sundari. 2000. Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. Surabaya: Airlangga University Press.
Salim, Emil, 1992. Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia.
Soejono, S.H., M.H. Hukum Lingkungan dan Peranannya dalam Pembangunan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Subagyo, P. Joko, S.H. 1999. Hukum Lingkungan, Masalah dan Penanggulangannya. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Sudjana, Eggi dan Riyanto. 1999. Penegakan Hukum Lingkungan dalam Perspektif Etika Bisnis di Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Sunggono, Bambang SH, MS. 1994. Hukum Lingkungan dan Dinamika Kependudukan. Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
Silalahi, M. Daud, Dr. 1996. Pengaturan Hukum Sumberdaya Air dan Lingkungan Hidup di Indonesia. Bandung: Penerbit Alumni.
Steiner, Frederick. 2002. Human Ecology, Following Nature’s Lead. Washington-Covelo-London: Island Press.
Usman, Rachmadi. 1993. Pokok-pokok Hukum Lingkungan Nasional. Jakarta: Akapress. Hlm. 3.
Wijoyo, Suparto. 1999. Penyelesaian Sengketa Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.
Zain, Alam Setia SH. 1997. Hukum Lingkungan: Konservasi Hutan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
_________________. 1997. Aspek Pembinaan Kawasan Hutan dan Stratifikasi Hutan Rakyat. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Akbar de Nayaka. Diberdayakan oleh Blogger.